Konsep dasar dan pengembangan kurikulum
Sebelum
mempelajari tentang konsep dasar dan pengembangan kurikulum,terlebih dahulu
harus memahami definisi dari kurikulum itu sendiri. Kurikulum merupakan semua
yang di ajarkan di institusi pendidikan. Baik itu di sekolah, tempat les, maupun
privat dan lain sebagainya. Definisi juga dapat dikatakan sekumpulan mata
pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan baik disekolah maupun di luar sekolah
(yang di arahkan oleh sekolah). Kurikulum juga dpat diartikan sebagai
sekumpulan mata kuliah yang disusun secara resmi dan sistematis yang merupakan
prasyarat untuk sertifikasi.
Selanjutnya
tentu saja muncul pertanyaan mengenai bagaimana hubungan kurikulum dan
pembelajaran. Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa kurikulum adalah
segala sesuatu yang di ajarkan baik itu program,rencana,dan isi pelajaran. Sedangkan
pembelajaran (instruction) adalah bagaimana menyampaikan apa yang diajarkn
itu,seperti bagaimana metodenya, tidakan belajar mengajarnya dan bagaimana
presentasinya.
Ada
3 konsep kurikulum yaitu kurikulum sebagai suatu substansi, kurikulum sebagai
suatu sistem, dan kurikulum sebagai suatu bidang studi. Untuk kurikulum sebagai
substandi disini maksudnya adalah rencana belajar siswa si sekolah atau dapat
di sebut ssebagai suatu hal/perangkat tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum sebagai
sistem maksudnya adalah sistem kurikulum bagian dari sistem persekolahan,
pendidikan maupun masyarakat yang mencakup struktur personal dari prosedur
kerja bagaimana caranya menyusun kurikulum, bagaimana melaksanakan dan
mengevaluasinya bahkan bagaimana cara menyempurnakannya. Sedangkan kurikulum
sebagai bidang studi kurikulum merupakan bahan kajian untuk para ahli kurikulum
atau bisa juga ahli pendidikan. Kurikulum sebagai bidang studi ini memiliki
tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang kurikulum dan bagaimana
sistemnya.
Ada
6 prinsip dasar pengembangan kurikulum, yaitu prinsip relevansi, prinsip
efektifitas, prinsip efiensi, prinsip kontinousnitas, prinsip fleksibilitas,
dan prinsip integritas. Prinsip relevansi disini maksudnya adalah dalam
pengembangan kurikulum harus di sesuaikan dengan kebutuhan serta bagaimana
kehidupan dari peserta didik. Untuk prinsip efektivitas adalah melihat
bagaimana pencapaian hasil dari kulrikulum yang sudah ada tersebut. Prinsip efiensi
membandingkan waktu,dana serta sarana yang ada dengan hasil dari kurikulum itu
nantinya. Prinsip kontinousnitas maksudnya adalah kurikulum disusun secara
berkesinambungan dari berbaai kelas serta jenjang pendidikan yang ada. Prinsip fleksibilitas
maksudnya selain dari apa-apa yang pasti dan berlaku untuk semua anak,
anak-anak juga di berikan beberapa program-program pilihan yang sesuai dengan
minatnya. Serta yang terakhir adalah prinsip integritas kurikulum harus melihat
hubungan antara berbagai program pendidikan untuk membentu kepribaidian yang
terpadu.
Ada
beberapa masalah dalam pengembangan kurikulum yaitu cara memilih materi yang
akan diajarkan, perbedaan pandangan para pengembang, penerapan kurikulum pada
setiap tingkat peningkatan pendidikan, perumusan kurikulum yang fleksibel,
pengaruh pergantian pimpinan,intensif untuk penerpan kurikulum , cara
memperoleh informasi yang tepat untuk perumusan kurikulum, dan pemanfaatan
sumber daya untuk perbaikan kurikulum.
Apabila
ada permasalahan tentunya akan ada penyelesaian dari permasalahan tersebut. Jadi,bagaimana
penyelesaian dari permasalahan dalam pengembangan kurikulum ? dimana
permasalahan disini tentu saja mengganggu proses dari pengembangan kurikulum
itu sendiri. Seperti perumusan kurikulum yang fleksibel. Fleksibel dapat
diartikan sebagai mudah atau cepat menyesuaikan. Apa maksud perumusan kurikulum
yang fleksibel ? bukankah perumusan kurikulum yang mudah dalam menyesuaikan bukanlah masalah tapi sebuah keuntunga ? jika itu memang sebuah permasalahan dalam pengembangan kurikulu, bagaimana cara penyelesaian yang tepat untuk permasalahan
tersebut ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar