Komponen Kurikulum
Kurikulum merupakan suatu
sistem yang memiliki komponen – komponen tertentu. Terdapat 4 komponen
kurikulum yaitu komponen tujuan, komponen materi, komponen metode, dan komponen
evaluasi. Komponen tujuan adalah target yang akan dicapai oleh kurikulum. Ada 4
tujuan pendidikan yaitu tujuan pendidikan nasional yang merupakan tujuan yg paling
umum dan biasanya di jadikan pedoman dalam pendidikan. Selanjutnya ada tujuan
institusional yang artinya tujuan ini harus terlaksana oleh setiap lembaga
pendidikan. Yang ketiga tujuan kurikule yang maksudnya tujuan yang harus
dicapai oleh setiap bidang strudi atau mata pelajaran yang ada. Serta yang
keempat adalah tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan kurikuler.
Ini maksudnya apa-apa saja yang harus anak miliki setelah mempelajari sesuatu
atau mata pelajaran.
Komponen yang kedua adalah
komponen materi. Komponen materi merupakan komponen yang di desain agar dapat
mencapai komponen tujuan. Maksudnya disini adalah bahan-bahan kajian yang dapat
berupa ilmu pengetahuan, nilai, pengalaman, dan keterampulan. Seperti sesuai
dengan rumusan “Isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk
mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam
rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional” (Bab IX, Ps. 39) isis
kurikulum dibagi dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip materi kurikulum
berupa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian, kurikulum mengacu
pada pencapaian masing-masing satuan pendidikan, serta materi kurikulum arahkan
guna mencapai tujuan pendidika nasional. Materi kurikulum berisi aspek-aspek
tertentu sesuai tujuan kurikulu yaitu teori, konsep, generalisasi, prinsip,
prosedur, fakta, istilah, contoh atau ilustrasi, definisi, preposisi.
Komponen yang ketiga adalah
komponen metode. Komponen metode ini dibagi 2 yaitu komponen metode dalam
pengertian luas dan metode dalam pengertian sempit. Komponen metode ini
dikatakan juga sebagai komponen proses karna komponennya berada dalam proses. Untuk
membuat siswa yang bermutu tentu saja membutuhkan waktu,media,serta prose yang
yang bermutu. Komponen media harus difungsikan secara baik dan benar agar
komponen materi dan tujuan bisa dicapai dengan baik. Dalam hubungan ini ada 3
alternative yang bisa digunakan yaitu pendekatan yang berpusat pada mata
pelajaran, pendektan yang berpusat pada siswa dan pembelajaran yang
berorientasi pada kehidupan masyarakat.,dan komponen media. Seperti yang kita
tau media merupakan alat bantu yang di gunakan guru untuk memdorong siswa dalam
pros belajar mengajar. Media disini dapat berupa alat-alat elektronika seperti
mesin pengajaran, film, audio cassette, televisi dan komputer. Ada beberapa
macam-macam media pengajaran yaitu interaksi insani yaitu kounikasi langsung
antara dua orang atau lebih. Realita merupakan bentuk perangsang yang nyata
seperti orang,binatang,benda,peristiwa dan lain-lain. Pictorial menunjuka
penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyta atau simbol,bergerak
atau tidak,film, kaset, dan lan-lain. Simbol tetulis adalah media penyajian
informasi yang paling umum seperti buku teks,buku paket, modul dan lain-lain. Rekaman
suara dapat disajikan secara tersendiri atau di gabung dengan media pictorial.
Komponen yang terakhir adalah
komponen evaluasi. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan
yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara
keseluruhan. Komponen evaluasi ini ada evaluasi hasil belajar mengajar,
evaluasi pelaksanaan mengajar, penyempurnan pengajaran.
Komponen-komponen dalam
kurikulum ini tentunya sangatlah penting. Dalam menjalankan kurikulum yang
ada,perlukah semua komponen yang ada kita gunakan atau kita capai ? bagaimana
jika dalam prosesnya hanya 1 komponen kurikulum yang dapat terlaksana ?
mengganggu kurikulum yang ada kah ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar