Jumat, 22 September 2017

komponen kurikulum



Komponen Kurikulum

Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen – komponen tertentu. Terdapat 4 komponen kurikulum yaitu komponen tujuan, komponen materi, komponen metode, dan komponen evaluasi. Komponen tujuan adalah target yang akan dicapai oleh kurikulum. Ada 4 tujuan pendidikan yaitu tujuan pendidikan nasional yang merupakan tujuan yg paling umum dan biasanya di jadikan pedoman dalam pendidikan. Selanjutnya ada tujuan institusional yang artinya tujuan ini harus terlaksana oleh setiap lembaga pendidikan. Yang ketiga tujuan kurikule yang maksudnya tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang strudi atau mata pelajaran yang ada. Serta yang keempat adalah tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan kurikuler. Ini maksudnya apa-apa saja yang harus anak miliki setelah mempelajari sesuatu atau mata pelajaran.
Komponen yang kedua adalah komponen materi. Komponen materi merupakan komponen yang di desain agar dapat mencapai komponen tujuan. Maksudnya disini adalah bahan-bahan kajian yang dapat berupa ilmu pengetahuan, nilai, pengalaman, dan keterampulan. Seperti sesuai dengan rumusan “Isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional” (Bab IX, Ps. 39) isis kurikulum dibagi dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip materi kurikulum berupa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian, kurikulum mengacu pada pencapaian masing-masing satuan pendidikan, serta materi kurikulum arahkan guna mencapai tujuan pendidika nasional. Materi kurikulum berisi aspek-aspek tertentu sesuai tujuan kurikulu yaitu teori, konsep, generalisasi, prinsip, prosedur, fakta, istilah, contoh atau ilustrasi, definisi, preposisi.
Komponen yang ketiga adalah komponen metode. Komponen metode ini dibagi 2 yaitu komponen metode dalam pengertian luas dan metode dalam pengertian sempit. Komponen metode ini dikatakan juga sebagai komponen proses karna komponennya berada dalam proses. Untuk membuat siswa yang bermutu tentu saja membutuhkan waktu,media,serta prose yang yang bermutu. Komponen media harus difungsikan secara baik dan benar agar komponen materi dan tujuan bisa dicapai dengan baik. Dalam hubungan ini ada 3 alternative yang bisa digunakan yaitu pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran, pendektan yang berpusat pada siswa dan pembelajaran yang berorientasi pada kehidupan masyarakat.,dan komponen media. Seperti yang kita tau media merupakan alat bantu yang di gunakan guru untuk memdorong siswa dalam pros belajar mengajar. Media disini dapat berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran, film, audio cassette, televisi dan komputer. Ada beberapa macam-macam media pengajaran yaitu interaksi insani yaitu kounikasi langsung antara dua orang atau lebih. Realita merupakan bentuk perangsang yang nyata seperti orang,binatang,benda,peristiwa dan lain-lain. Pictorial menunjuka penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyta atau simbol,bergerak atau tidak,film, kaset, dan lan-lain. Simbol tetulis adalah media penyajian informasi yang paling umum seperti buku teks,buku paket, modul dan lain-lain. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau di gabung dengan media pictorial.
Komponen yang terakhir adalah komponen evaluasi. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Komponen evaluasi ini ada evaluasi hasil belajar mengajar, evaluasi pelaksanaan mengajar, penyempurnan pengajaran.
Komponen-komponen dalam kurikulum ini tentunya sangatlah penting. Dalam menjalankan kurikulum yang ada,perlukah semua komponen yang ada kita gunakan atau kita capai ? bagaimana jika dalam prosesnya hanya 1 komponen kurikulum yang dapat terlaksana ? mengganggu kurikulum yang ada kah ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar